Orientasi Tatib Berlalul Lintas

Bekerjasama dengan Polresta Bogor, SMAIT Ummul Quro mengggelar acara Orientasi Tata Tertib Berlalu Lintas beberapa waktu lalu. Bertempat di Aula Bawah SMAIT Ummul Quro, dengan format bincang santai dan pemaparan dari pihak Polresta Bogor, acara ini berlangsung dengan sangat menarik dan diikuti dengan penuh antusias dari para siswa.

Hadir sebagai nara sumber dari Polresta, IPTU Kustriasih, S.H (PS. Kanitkamsel Satlantas Polresta Bogor Kota), Bripka Alex Dani Irawan, S.H (BA. Satlantas Polresta Bogor Kota) serta Bripka Ari Mustofa, S.H (BA. Satlantas Polresta Bogor Kota). Dalam paparannya IPTU Kustarsih menyampaikan pentingnya mematuhi tata tertib berlalulintas buat semua pengguna jalan, sebab itu demi keselamatan pengguna jalan sendiri. "Diantara penyebab seringnya terjadi kecelakaan dan korban jiwa di jalan raya seringkali penyebabnya adalah minimnya disiplin dan patuh terhadap tata tertib berlalulintas dari pengguna jalan, seperti tidak menggunakan helm ketika mengendarai motor, abai terhadap rambu-rambu lalu lintas yang terpampang di jalan, dan lain-lain," imbuhnya.

Sementara Bripka Alex Dani Irawan, BA. Satlantas Polresta Bogor, mengingatkan agar semua anak-anak yang membawa motor agar melengkapi dokumen ijin yang paling dasar terlebih dahulu, SIM. "SIM itu merupakan syarat dasar siapa pun yang ingin berkendara di jalan raya, tanpa terkecuali, termasuk anak-anak sekolah yang sudah cukup umur mendapatkannya," demikian ujarnya. Maka ia pun berpesan kepada pihak sekolah agar jangan sampai memberikan ijin kepada siswa yang belum memiliki SIM membawa motor ke sekolah. "Pihak sekolah agar jangan sampai kecolongan atau tidak mentolelir anak-anak yang belum memiliki SIM membawa motor sekolah," tegasnya.

Sementara menurut Kepala SMAIT Ummul Quro Bogor, Lina Pujiastuti, acara ini sengaja digelar dan menjadi agenda wajib semua siswa tanpa terkecuali, agar semua anak sudah megetahui apa saja tata tertib berlalu lintas selama di jalan raya. "Kami ingin memastikan semua anak sudah mendapat bekal dan teredukasi sebelum mereka diperbolehkan membawa motor ke sekolah. Kami ingin agar anak yang ijin membawa motor ke sekolah sudah teredukasi sebelumnya," ujarnya.

Share:
Share: